Laporan Keuangan Baznas Raih WTP

JAKARTA, suaramerdeka.com – Laporan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun 2018 kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Menurut Ketua Baznas Bambang Sudibyo, predikat ini adalah wujud komitmen Baznas dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Hal ini terbukti sejak didirikan pada tahun 2001, laporan keuangan Baznas selalu memperoleh predikat WTP dari akuntan publik. Hal ini dapat makin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak dan sedekahnya kepada Baznas

“Saya berharap ini adalah bagian dari komitmen transparansi dan keterbukaan yang baik. Yang mana nantinya akan mendorong kepercayaan publik dan pada gilirannya akan meningkatkan pelaksanaan syariat zakat di Indonesia,” kata Bambang Sudibyo didampingi Direktur Operasi Baznas, Wahyu TT Kuncahyo di Sekretariat BAZNAS Wisma Sirca, Jalan Johar, Menteng saat menerima WTP dari Kantor Akuntan Publik AR Utomo, Jumat (9/6).

Predikat WTP ini adalah hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi dan diaudit menggunakan norma pemeriksaan akuntansi zakat PSAK 109 tahun 2012. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural.

Dengan capaian ini, diharapkan masyarakat akan makin mempercayakan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas. Sehingga akan makin banyak mustahik yang menerima manfaatnya, dan dapat terentas dari kemiskinan.

Bambang juga mengimbau agar Baznas provinsi, Baznas kabupaten/kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi juga memperoleh predikat WTP untuk laporan pengelolaan keuangannya.

“Baznas dan LAZ wajib diaudit oleh akuntan publik maka saya mengajak seluruh Baznas dan LAZ menyiapkan laporan keuangan yang baik dan diaudit oleh akuntan publik dengan baik sehingga predikatnya WTP. Ini akan membuat masyarakat yakin akan transparansi dan keterbukaan dari gerakan zakat seluruh Indonesia,” kata Bambang.

Selama 2018, kepercayaan masyarakat terhadap Baznas meningkat 30 hingga 40 persen yang dapat dilihat dari kenaikan penghimpunan dana publik. Penghimpunan zakat, infak dan sedekah secara nasional pada tahun 2018 diperkirakan akan mencapai Rp 8 triliun.

Hits: 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *